BAGAIMANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TATAP MUKA (PTM)
PTM MASA PANDEMI COVID-19
Ada lima ketentuan umum yang diatur dalam SKB Empat Menteri terkait penerapan protokol kesehatan:
1) Kondisi kelas SMA, SMK, MA, MAK, SMP, MTs, SD, MI harus memperhatikan jarak 1,5 meter dan maksimal peserta didik 18 siswa per kelas, atau maksimal 50 persen siswa. Sedangkan untuk SDLB, MILB, SMPLB, MTsLB dan SMLB, MALB harus memperhatikan jarak 1,5 meter dan masimal lima peserta didik per kelas, sementara PAUD maksimal lima peserta didik dan jarak 1,5 meter per siswa.
2) Hari, jumlah dan jam palajaran tatap muka terbatas dengan pembagian rombongan belajar.
3) Menggunakan masker kain tiga lapis atau masker bedah dengan menutup hidup dan mulut, cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer serta tidak melakukan kontak fisik seperti salaman dan cium tangan
4) Siswa dan warga satuan pendidikan harus dalam kondisi sehat
5) Dilarang melakukan kegiatan yang berpotensi menjadi kerumunan seperti kantin, olahraga dan kegiatan ekstra kurikuler, tidak ada pertemuan orang tua didik di sekolah.
Strategi pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka di tingkat SMA, dapat dilakukan dengan langkah dengan memperhatikan protokol kesehatan yang dipersyaratkan.
Kombinasi Tatap Muka dan Virtual Daring secara Bersamaan.
Langkah-langkah yang dilakukan dalam kombinasi tatap muka dan virtual daring secara bersamaan adalah sebagai berikut:
Perencanaan
1) Menyusun jadwal pembelajaran.
2) Membagi peserta didik menjadi 2 (dua) kelompok (A dan B) dengan komposisi masing-masing 50%.
3) Memiliki surat persetujuan orang tua bagi peserta didik yang mengikuti PTM.
4) Menyiapkan ruang belajar sesuai jumlah peserta didik yang mengikuti PTM.
5) Mengatur tempat duduk peserta didik dengan jarak 1,5 (satu koma lima) meter.
6) Menyiapakan alat atau media untuk melaksanakan virtual dari pada ruang
7) kelas yang digunakan PTM.
Pelaksanaan
Tenaga pendidik melayani secara bersamaan:
• Kelompok A melaksanakan PTM di satuan pendidikan.
• Kelompok B mendapatkan pembelajaran virtual daring dengan menggunakan
platform video conference seperti zoom, teams, google meet, dll.
Pada layanan berikutnya dilakukan pergantian:
• Kelompok A mendapatkan pembelajaran virtual daring dengan menggunakan
platform video conference seperti zoom, teams, google meet, dll.
• Kelompok B melaksanakan PTM di satuan pendidikan.
Peserta didik yang mengikuti pembelajaran dengan virtual daring berinteraksi dapat langsung dengan pendidik dan/atau sesama peserta didik. Kelompok A dan Kelompok B memperoleh materi pembelajaran yang sama dalam waktu yang sama.
Kombinasi Tatap Muka dan Daring Asynchronous (materi sama tetapi tidak interaktif)
Langkah-langkah yang dilakukan dalam kombinasi tatap muka dan daring Asynchronous adalah sebagai berikut:
Perencanaan
1) Menyusun jadwal pembelajaran.
2) Membagi peserta didik menjadi 2 (dua) kelompok (A dan B) dengan komposisi masing-masing 50%.
3) Memiliki surat persetujuan orang tua bagi peserta didik yang mengikuti PTM.
4) Menyiapkan ruang belajar sesuai jumlah peserta didik yang mengikuti PTM.
5) Mengatur tempat duduk peserta didik dengan jarak 1,5 (satu koma lima) meter.
6) Menyiapakan LMS untuk digunakan dalam pembelajaran daring Asynchronous.
Pelaksanaan
Tenaga pendidik melayani secara bersamaan:
• Kelompok A melaksanakan PTM di satuan pendidikan.
• Kelompok B mendapatkan pembelajaran daring Asynchronous dengan menggunakan Learning Management System (LMS).
Pada layanan berikutnya dilakukan pergantian:
• Kelompok A mendapatkan pembelajaran daring Asynchronous dengan menggunakan Learning Management System (LMS).
• Kelompok B melaksanakan PTM di satuan pendidikan
Peserta didik yang mengikuti pembelajaran melalui daring Asynchronous dapat berinteraksi secara terbatas dengan pendidik dan/atau sesama peserta didik melalui fasilitas pesan dalam platform LMS yang digunakan. Kelompok A dan Kelompok B memperoleh materi pembelajaran yang sama dalam waktu yang sama.
Tatap Muka dengan Dua Shift per Kelas
Langkah-langkah yang dilakukan dalam kombinasi tatap muka dengan dua shift per kelas adalah sebagai berikut:
Perencanaan
1) Menyusun jadwal pembelajaran.
2) Membagi peserta didik menjadi 2 (dua) kelompok (A dan B) dengan komposisi masing-masing 50%.
3) Memiliki surat persetujuan orang tua bagi peserta didik yang mengikuti PTM.
4) Menyiapkan ruang belajar sesuai jumlah peserta didik yang mengikuti PTM.
5) Mengatur tempat duduk peserta didik dengan jarak 1,5 (satu koma lima) meter.
Pelaksanaan
1) Tenaga pendidik melayani secara bergantian pada hari yang sama:
• Kelompok A melaksanakan PTM di satuan pendidikan pada sesi pagi.
• Kelompok B melaksanakan PTM di satuan pendidikan pada sesi siang.
2) Pada layanan berikutnya dilakukan pergantian:
• Kelompok A melaksanakan PTM di satuan pendidikan pada sesi siang.
• Kelompok B melaksanakan PTM di satuan pendidikan pada sesi pagi.
3) Pendidik melaksanakan PTM dalam 1 hari 2 sesi dengan materi yang sama.
4) Pergantian layanan dapat dilakukan dalam setiap hari, pekan atau periode
tertentu yang ditentukan satuan pendidikan.
5) Kelompok A dan Kelompok B memperoleh materi pembelajaran yang sama
tetapi pada waktu yang berbeda.
Tatap Muka dengan Satu Shift per Tingkatan Kelas
Langkah-langkah yang dilakukan dalam kombinasi tatap muka dengan satu shift per kelas adalah sebagai berikut:
Perencanaan
1) Menyusun jadwal pembelajaran.
2) Membagi peserta didik menjadi 2 kelompok (A dan B) dengan komposisi
masing-masing 50%.
3) Memiliki surat persetujuan orang tua bagi peserta didik yang mengikuti PTM.
4) Menyiapkan ruang belajar sesuai jumlah peserta didik yang mengikuti PTM.
5) Mengatur tempat duduk peserta didik dengan jarak 1,5 meter.
Pelaksanaan
1) Pelaksanaan PTM dilaksanakan setiap tingkatan kelas per hari secara bergilir.
2) Tenaga pendidik melayani kelas yang sama di ruangan berbeda yang bersebelahan.
• Kelompok A melaksanakan PTM di satuan pendidikan pada ruang 1.
• Kelompok B melaksanakan PTM di satuan pendidikan pada ruang 2.
3) Satuan pendidikan harus memiliki ruang belajar yang cukup dan didukung teknologi audio visual.
4) Satuan pendidikan yang tidak memiliki sarana pendukung teknologi audiovisual, tenaga pendidik melakukan pembelajaran pada 2 ruang kelas secara bergantian pada jam pelajaran yang sama.
Tatap Muka secara Bergantian
Langkah-langkah yang dilakukan dalam tatap muka secara bergantian sebagai berikut:
Perencanaan
1) Menyusun jadwal pembelajaran.
2) Membagi peserta didik menjadi 2 kelompok (A dan B) dengan komposisi masing-masing 50%.
3) Memiliki surat persetujuan orang tua bagi peserta didik yang mengikuti PTM.
4) Menyiapkan ruang belajar sesuai jumlah peserta didik yang mengikuti PTM.
5) Mengatur tempat duduk peserta didik dengan jarak 1,5 meter.
Pelaksanaan
Pembagian hari disesuaikan dengan kondisi satuan pendidikan masing-masing:
1) Pertukaran dilakukan 1 hari sekali.
• Kelompok A: hari Senin, Rabu, Jumat.
• Kelompok B: hari Selasa, Kamis, Sabtu.
• Pada pekan berikutnya dilakukan pertukaran hari.
2) Pertukaran dilakukan 2 hari sekali.
• Kelompok A: hari Senin, Selasa.
• Kelompok B: hari Rabu, Kamis.
• Kelompok A: hari Jumat, Sabtu.
• Kelompok B: hari Senin, Selasa pekan berikutnya.
3) Pertukaran dilakukan 3 hari sekali.
• Kelompok A: hari Senin, Selasa, Rabu.
• Kelompok B: hari Kamis, Jumat, Sabtu
• Pada pekan berikutnya dilakukan pertukaran hari.
4) Pendidik melaksanakan PTM dalam 2 pekan dengan materi yang sama.
5) Bagi satuan pendidikan yang melaksanakan 5 hari kerja dapat menyesuaikan sesuai dengan pola yang ada.
Komentar
Posting Komentar